Sabtu, 16 Juli 2016

Subject, Verb, Complement & Modifier



SUBJECT
Subject adalah noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi menerangkan atau merujuk subjek kalimat.
Subject complement terbagi menjadi tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective), predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek dihubungkan dengan pronoun).
Example:
He is a really nice guy.
“He” is the subject of the sentence, controlling the verb and the complement.

My cat attacked the rat.
“My cat” is the subject, controlling the verb and the rest of the sentence.

Indy plays the piano
The subject “Indy” performs the action of “playing the piano”
Complete subject:     Pada dasarnya dibangun oleh satu atau lebih noun atau pronoun dengan/tanpa tambahan modifier(s) yang dapat berupa artikel (the, an, an), adjective, dan prepositional phrase. Adapun gerund dan infinitive dapat pula menempati posisi subyek.
Simple subject:         berupa noun atau pronoun tunggal, dengan mengesampingkan modifier(s)-nya. Sedangkan simple predicate berupa verb ataucompound verb tunggal.
 
VERB
Verb (kata kerja) adalah suatu kata yang berfungsi untuk menunjukkan tindakan dari subject, menunjukkan peristiwa atau keadaan. Verb merupakan satu dari delapan part of speech.
Kata kerja bahasa Inggris tidak selalu berbentuk simple (satu kata), melainkan mungkin berupa frasa hasil kombinasi dengan partikel menjadi phrasal verb (get in, make up, read over).
PRINCIPAL PARTS OF VERBS
Nameform
Past Tense
Past Participle
Awake
Awoke or awaked
Awaked
Begin
Began
Begun
Beseech
Besought
Besought
Bid (to order or to greet)
Bade

For example:
  • Dodo rides a motorcycle.
    Here, the verb rides certainly denotes an action which Dodo performs – the action of riding a motorcycle.
  • We buy some books to learn Economic
    In this example, the action word is “to buy”. It tells us that the subject “we”, that is the person who performs the action of the verb is “buying some books"
COMPLEMENT
Kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari subject, verb, atau object. Dengan demikian, ada tiga macam complement, yaitu: subject, verb, dan object complement.
contoh:
Intan bought a flower yesterday
What did Intan buy yesterday?  –> a flower
He saw Margarate at the movie
Whom did he see at the movie? –> Margarate
I explain Management Audit to my students
What do I explain to my students? –>  Management Audit
Catatan: Setiap kalimat tidak harus mempunyai complement.

MODIFIER
Modifier menjelaskan time (waktu), place (tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan
Bentuk yang paling umum dari modifier adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah preposition dan diakhiri dengan sebuah noun
Preposition = on, out, under, behind, etc…
Modifier menjawab pertanyaan when (kapan), where (dimana), atau how (bagaimana)
Contoh:
Rosalinda  bought a book at a book fair
Where did Rosalinda buy a book? –> at a book fair
He is driving very fast
How is He driving? –> very fast
I posted my photo in instagram yesterday
When do I post my photo? –> yesterday
seperti ini unsur-unsur Subject, Verb, Complement dan Modifier dalam contoh kalimat :
We   studied   grammar   last week.
S            V                C              M

Sumber

Jumat, 15 Juli 2016

Akuntansi dan Bahasa Inggris



Saat ini bahasa inggris adalah bahasa internasional, bahasa yang dapat menghubungkan dua atau lebih orang yang berbeda suku bangsa dan bahasa yang dapat di satukan dalam bahasa inggris ketika berkomunikasi, bahasa inggris juga adalah bahasa yang wajib di kuasai (bahasa kedua) oleh seseorang setelah bahasa ibu, oleh karena itu maka seseorang di wajibkan untuk bisa menguasai percakapan dasar dalam bahasa inggris.
Akuntansi adalah salah satu jurusan yang ada di sebuah perguruaan tinggi yang salah satu dari materi akuntansi adalah mengolah, membuat, melaporkan, menyusun sebuah laporan keunagan. Di dalam laporan keuangan terdapat rekening rekening yang begitu banyak dan tidak jarang pula kita sebagai mahasiswa menemukan rekening rekening dalam bahasa inggris.
Hubungan bahasa inggris dengan jurusan akuntansi adalah ketika kita di hadapkan dengan sebuah rekening-rekening yang ada dalam laporan keuangan sebuah perusahaan maka di situlah terkadang kita menemukan sebuah rekening rekening yang menggunakan bahasa inggris contohnya seperti cash, debet, credit, capital, supplies, product, cost, goodwill dan lain lain. Dan kata kata yang berhubungan dalam akuntansi seperti term bonds, serial bonds, available for sale, trading, held to maturity, teasury bonds, bonds outstanding method, organization cost, internally generated, franchises, franchise fee revenue, cash flow dan lain-lain.
Dengan kita bisa mengetahui arti dari sebuah akun-akun berbahasa inggis maka memudahkan kita untuk mengetahui atau mengerjakan pekerjaan yang sedang di jalani, bahasa inggris juga sering sekali digunakan sebagai bahasa yang di pakai dalam laporan keuangan perbankan yang di publikasikan untuk umum dengan kita bisa menguasai bahasa inggris maka kita bisa tahu apa isi dari laporan keuangan tersebut. Sudah menjadi sebuah keharusan seorang pelajar atau mahasiswa menguasai bahasa inggris, bahasa inggris adalah bekal utama ketika kita mulai masuk ke dalam dunia pekerjaan. Ketika kita sudah masuk di dalam dunia pekerjaan seorang akuntan akan menemukan perusahan-perusahaan asing yang terkadang seorang atasannya adalah orang asing dan mewajibkan kita untuk berkomunikasi dalam bahasa asing.
Perlu kita ketahui akun akun yang berbahasa inggris yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan berbeda sekali dengan arti yang terdapat pada kamus bahasa inggris yang sering kita gunakan sehari hari, maka oleh karena itu kita harus benar benar tahu arti dari sebuah akun tersebut karna pada akuntansi akan yang berbahasa inggis itu memiliki arti yang berbeda jika di artikan dalam kamus bahasa inggris.
Saat ini banyak juga sering kita temukan buku buku akuntansi yang ada di toko toko buku itu judul judul bukunya menggunakan bahasa inggris contohnya sepertiIntermedate Accounting, Law Accounting dan lain lain. Di dalam pasar modal pun sering sekali kita menemukan kata kata yang berbahasa inggris seperti Technical Analysis, Trading, Investment Strategy, Investment Approach dan lain-lain.
Maka oleh karena marilah kita secara perlahan belajar untuk menguasai bahasa inggris, tak perlu mahir dalam berbahasa inggis setidaknya kita dapat mengerti apa yang sering dipergunakan dalam dunia sehari-hari dan bagi mahasiswa jurusan akuntansi juga harus mengerti bahasa inggris yang ada di dalam dunia akuntansi karena itu adalah modal kita dalam mengikuti mata kuliah mata kuliah akuntasi semester berikutnya dan memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah laporan keuangan yang menggunakan bahasa inggris pada akun-akun yang ada di laporan keuangan tersebut.
Jadi, Kesimpulannya adalah bahasa inggris dan jurusan akuntansi itu sangat berpengaruh dan penting oleh karena itu wajib kita sebagai mahasiswa akuntasi mempelajari bahasa inggris secara mendalam untuk mempermudah kita pada saat bertemu dengan rekening-rekening pada laporan keuangan yang menggunakan bahasa inggris dan buku-buku penunjang akuntansi yang berisi tulisan bahasa inggris.

sumber

Minggu, 05 Juni 2016

TOEFL, TOEIC, IELTS

     A.   TOEFL

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan test yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Test ini ditujukan bagi orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Umumnya, test ini digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi seseorang yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di suatu negara yang menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikas sehari-hari. Selain TOEFL, masih ada beberapa jenis test lain yang hampir sama, yaitu IELTS, TOEIC dan ESOL. TOEFL dikembangkan dan dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di New Jersey, USA. Test ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1963.

Saat ini ada 3 macam test TOEFL yang dikeluarkan oleh ETS, yaitu :

                  1.      PBT TOEFL
PBT merupakan bentuk TOEFL Test yang menggunakan lembar jawaban berupa kertas. Ini merupakan sistem test pertama yang dikeluarkan oleh ETS. Dalam PBT, test yang dilakukan meliputi listening, structure dan reading. Rentangan skor yang diberikan adalah 310-677. Selain itu, waktu yang diberikan untuk mengerjakan test ini sekitar 2-2,5 jam. Tapi, sejak bulan April 2006, test ini sudah tidak digunakan lagi di Indonesia. Saat ini, test ini masih digunakan di negara yang belum memiliki sistem test iBT.

                  2.      CBT TOEFL
CBT merupakan test yang tak lagi menggunakan kertas. Semua test dilakukan dalam suatu komputer menggunakan software tertentu. Sistem test ini muncul pada tahun 1998. Kemampuan yang diujikan meliputi listening, structure, reading dan writing. Pada sistem ini, rentangan skornya adalah 0-300 dengan waktu pengerjaan antara 2-2,5 jam.    

                  3.      IBT TOEFL
Test dengan sistem iBT merupakan test yang paling populer dan banyak digunakan. Sistem test ini juga berbasis komputer, hanya saja test ini terhubung dengan jaringan internet, dengan demikian, test dilakukan secara online. Sistem test ini mulai dipublikasikan dan digunakan pada tahun 2005, tapi baru digunakan di Indonesia pada tahun 2006. Kemampuan yang diujikan meliputi reading, listening, writing dan speaking. Walau sistem ini banyak digunakan, tapi masih ada beberapa negara yang menggunakan sistem PBT.

Dari tiga tipe ini, yang sering digunakan adalah PBT dan IBT.

Tujuan utama dari TOEFL adalah untuk menentukan kemampuan seseorang berbicara, membaca, memahami, dan menulis dengan cukup baik untuk mengikuti perkuliahan yang berbasis bahasa Inggris. Pertanyaan-pertanyaan, bahan bacaan, dan bahan mendengarkan, semua dirancang untuk masuk ke tingkat perguruan tinggi.

      
     B.   TOEIC

TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasa sehari-harinya bukan bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang sedang belajar atau bekerja di lingkungan internasional. Skor TOEIC menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lainnya dalam dunia pendidikan, bisnis, perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan  atau istilah khusus selain dari bahasa Inggris yang dipergunakan sehari-hari.

                  1.      TOEIC Listening and Reading
Lebih dari 30 tahun, tes TOEIC Listening and Reading menjadi standar untuk pengukuran keahlian mendengarkan dan membaca dalam bahasa Inggris yang dibutuhkan individu yang sedang belajar atau bekerja di lingkungan internasional.

                  2.      TOEIC Speaking and Writing
Saat ini, perguruan tinggi dan lembaga bahasa Inggris dapat menggunakan tes TOEICSpeaking and Writing sebagai pelengkap tes TOEIC  Listening and Readinguntuk memastikan siswa mereka memiliki keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di pasar kerja global yang semakin kompetitif.

Bagi mereka yang memiliki skor TOEIC Listening and Reading di atas 600 (level Basic Working Proficiency) sangat dianjurkan untuk mengikuti tes TOEIC Speaking and Writing untuk mengukur kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan pekerjaan secara global. TOEIC Speaking and Writing memberikan standar umum pengukuran untuk membandingkan kemampuan berbahasa dengan potensi dari karyawan. 

Tujuan dari tes ini adalah :
  •       Untuk proses perekrutan, pelatihan dan promosi karyawan yang paling berkualitas.
  •      Dapat menghemat waktu dan sumber daya dengan mengetahui langsung siapa karyawan            yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif di dunia kerja internasional.
  •          Untuk proses penerimaan dan pengembangan individu yang dapat berinteraksi secara efektif      dengan kolega dan klien di seluruh dunia.


     C.   IELTS

IELTS ( International English Language Testing System ) adalah sebuah tes kemahiran bahasa Inggris yang membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris, baik untuk tujuan bekerja atau belajar. Tes yang akan dijalani untuk mengetahui empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis.

IELTS diakui oleh institusi-institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Irlandia, Afrika Selatan dan sejumlah badan profesional di seluruh dunia termasuk Dinas Imigrasi Selandia Baru dan Dewan Media Inggris General Medical. IELTS diterima oleh lebih dari 6.000 organisasi di seluruh dunia. Dikembangkan oleh beberapa ahli penilaian bahasa Inggris terkemuka di dunia, kami meyakinkan Anda bahwa IELTS memberikan pengujian yang adil dan konsisten terhadap kemampuan bahasa Inggris Anda. Kementrian Dalam Negeri Inggris telah merubah panduan untuk penyedia Pengujian Bahasa Inggris Terjamin (Secure English Language Test (SELT) providers).

IELTS tersedia dalam dua format, yaitu :
  •       Tes Akademik adalah untuk siswa internasional yang ingin belajar di institusi pendidikan tinggi di negara berbahasa Inggris.
  •      Tes Pelatihan Umum cocok untuk orang yang ingin bermigrasi ke negara berbahasa Inggris atau bekerja untuk sebuah organisasi profesional.


Terdapat 4 aspek tes IELTS, yaitu :

            1.      Tes Mendengarkan
Tes mendengarkan akan berlangsung selama 30 menit dengan 4 bagian dan 40 pertanyaan. Dalam tes ini, Anda akan uji mengenai pemahaman spesifik dan keseluruhan bahasa Inggris dalam berbagai konteks dan format. 

            2.      Tes Membaca 
Tes ini akan berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan menjawab 3 bagian yang terdiri dari 40 pertanyaan. Nah, dalam tes membaca ini, Anda perlu memahami teks secara rinci dan menunjukkan bahwa Anda memahami informasi rumit yang disediakan dalam bahasa Inggris.

            3.      Tes Menulis 
Tes menulis berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan mengerjakan 2 tugas. Untuk menembus tes ini, Anda diharapkan menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai tujuan dan menunjukkan kemampuan Anda dalam menyesuaikan cara tulis untuk topik dan konteks yang berbeda. Struktur kalimat, kosa kata, penggunaan tata bahasa dan gaya akan dinilai.

            4.      Tes Berbicara
Tes berbicara berlangsung selama 11-14 menit dan terdiri dari 3 bagian. Kandidat untuk Akademik dan Pelatihan Umum akan mendapatkan bentuk tes yang sama. Tes ini melibatkan wawancara individu dengan seorang guru dan mencakup berbagai topik dan konteks. Anda harus dapat membicarakan topik pribadi, memberikan pembicaraan singkat tanpa bantuan pada topik yang dipilih dan berkontribusi pada diskusi dua arah mengenai isu-isu yang lebih abstrak.


Tujuan dari IELTS adalah untuk membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri. IELTS ini diakui oleh institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Irlandia, Afrika Selatan, dan sejumlah badan profesional lainnya di seluruh dunia.


Perbedaan TOEFL, TOEIC & IELTS

  • TOEFL

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah sebuah program tes bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. TOEFL memberikan tiga materi tes, yaitu listening, reading, dan structure. Untuk bisa mengajukan beasiswa kuliah di luar negeri, nilai TOEFL Anda minimal harus 550, jika dibawahnya maka tidak bisa untuk Anda gunakan.
  • TOEIC

TOEIC adalah kepanjangan dari Test of English for International Communication. TOEIC lebih spesifik untuk orientasi pekerjaan, jadi jika Anda ingin bekerja di luar negeri, maka Anda harus memiliki sertifikat TOEIC. Range nilai TOEIC dihitung mulai 10 sampai 990. Untuk memuluskan rencana Anda bekerja di luar negeri, usahakan nilai TOEIC Anda tidak kurang dari 450.
  • IELTS

IELTS atau Internasional English Language Testing System, hampir sama dengan TOEFL, yaitu sebuah program tes untuk menguji kemahiran kita dalam bahasa Inggris. Tes IELTS terbagi menjadi empat materi, yaitu listening (30 menit), reading (1 jam), writing (1 jam) dan speaking (12-15 menit). Secara keseluruhan, tes IELTS membutuhkan waktu sekitar 3 jam. IELTS biasanya digunakan untuk mengurus visa luar neger, study, pindah kewarganegaraan, dsb. Nilai IELTS dihitung mulai 1-9. Dan jika digunakan untuk keperluan belajar, maka nilai IELTS yang dibutuhkan adalah 5.5 keatas.

SUMBER
http://www.erlangga.co.id/pendidikan
http://www.ef.co.id/englishfirst
http://www.belajaringgris.net
http://englishdashboard.blogspot.co.id
http://edukasi.kompas.com

Sabtu, 30 April 2016

BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH

Sejarah Bank Konvensional

Yang pertama bank adalah pedagang dari dunia kuno yang membuat pinjaman kepada petani dan pedagang yang membawa barang antar kota. Catatan pertama kegiatan seperti tanggal kembali ke sekitar 2000 SM di Asyur dan Babilonia . Kemudian, di Yunani kuno dan selama Kekaisaran Romawi , pemberi pinjaman yang berbasis di kuil memberikan pinjaman tetapi juga menambahkan dua inovasi penting: menerima deposito dan mengubah uang. Selama periode ini, ada bukti sama pengembangan independen dari pinjaman uang dalam China kuno dan secara terpisah di India kuno.
Perbankan, dalam pengertian modern dari kata tersebut, dapat ditelusuri ke abad pertengahan dan awal Renaisans Italia , ke kota-kota kaya di utara sepertiFlorence , Venice dan Genoa . Para Bardi dan peruzi keluarga didominasi perbankan di Florence abad ke-14, mendirikan cabang di banyak bagian lain Eropa. [1]Mungkin bank Italia paling terkenal adalah Medici bank, didirikan oleh Giovanni Medici tahun 1397.
Perkembangan perbankan menyebar melalui Eropa dan sejumlah inovasi penting terjadi di Amsterdam selama Republik Belanda pada abad 16 dan di London pada abad ke-17. Selama abad ke-20, perkembangan telekomunikasi dan komputasi menghasilkan perubahan besar pada cara bank beroperasi dan memungkinkan mereka untuk secara dramatis meningkatkan dalam ukuran dan penyebaran geografis. The krisis keuangan Akhir 2000-an melihat sejumlah besar kegagalan bank, termasuk beberapa bank terbesar di dunia, dan banyak perdebatan tentang peraturan bank .
Sejarah perbankan terkait erat dengan sejarah uang tetapi transaksi perbankan mungkin mendahului penemuan uang. Deposit awalnya terdiri dari biji-bijian dan kemudian barang lainnya termasuk ternak, alat pertanian, dan logam akhirnya mulia seperti emas, dalam bentuk mudah membawa piring terkompresi.
Di masa sebelum pembentukan agama Kristen, kehidupan ekonomi rakyat beredar tentang rumah-rumah Regala familia dan imamat mereka, di mana keamanan yang diberikan untuk penyimpanan dan distribusi terutama tanaman. Dengan demikian bangunan dimanfaatkan terutama oleh elit ini, istana dan kuil-kuil, menjadi lokasi yang paling awal dari pertukaran sosial membawa beberapa kesamaan dengan praktek perbankan budaya kontemporer, di mana-di safegaurding dari kekayaan masyarakat terjamin. Temples dan istana adalah tempat paling aman untuk menyimpan emas juga, karena mereka terus-menerus hadir dan kekar. Sebagai tempat suci, kuil disajikan alat pencegah ekstra untuk calon pencuri.

Sejarah Bank Syariah

Awal mula kegiatan bank syariah yang pertama sekali dilakukan adalah Pakistan dan Malaysia pada sekitar tahun 1940-an. Kemudian di Mesir pada tahun 1963 berdiri Islamic Rural Bank di desa It Ghamr Bank. Bank ini beroperasi dipedesaan mesir dan masih berskala kecil.
            Di Uni Emirat Arab, baru tahun 1975 dengan berdiri Dubai Islamic Bank. Kemudian dik Kuwait pada tahun 1977 berdiri Kuwait Finance House yang beroperasi tanpa bunga. Selanjutnya kembali di Mesir pada tahun 1978 berdiri Bank Syariah yang berdiri nama Faisal Islamic Bank. Lembaga ini kemudian diikuti oleh Islamic International Bank For Invesment and Development Bank.
            Di Siprus tahun 1983 berdiri Faial Islamic Bank Of Kibris. Kemudian dimalaysia Bank Syariah lahir tahun 1983 dengan berdirinya Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) dan pada tahun 1999 lahir pula Bank Bumi Putera Muamalah.
            Di Iran sistem perbankan Syariah mulai berlaku secara nasional pada tahun 1983 sejak dikeluarkannya Undang-undang Perbankan Islam. Kemudian di Turki Negara yang berideologi sekuler Bank Syariah lahir tahun 1984 yaitu dengan hadirnya Daar al-Maal alIslami serta Faisal Finance Institution dan mulai beroprasi tahun 1985.
            Salah satu pelopor utama dalam melaksanakan sistem perbankan syariah secara nasional adalah Pakistan. Pemerintah Pakistan mengkonveksi seluruh sistem perbankan di negaranya pada tahun 1985 menjadi sistem perbankan syariah.
            Kehadiran bank yang berdasarkan syariah di Indonesia masih relative baru, yaitu baru pada awal tahun 1990-an, meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat muslim terbesar di dunia. Prakarsa untuk mendirikan Bank Syariah di Indoneisa dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia  (MUI) pada 18-20 Agustus 1990.
            Bank Syariah pertama di Indonesia merupakan hasil kerja tim perbakan MUI, yaitu dengan dibentuknya PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang akte pendiriannya ditandatanggani tanggal 1 November 1991. Bank ini ternyata berkembang cukup pesat sehingga saat ini beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makasar, dan kota lannya.
            Dalam perkembangan selanjutnya kehadiran Bank Syariah di Indonesia Khususnya cukup menggembirakan. Di samping BMI, saat ini telah dadir Bank Syariah milik pemerintah seperti Bank Syariah Mandiri (BSM), kemudian berikutnya berdiri Bank Syariah sebaga cabang dari bank konvensional yang sudah ada, seperti Bank BNI, Bank IFI, dan Bank BPD Jabar. Bank-Bank Syariah lainnya yang direncanakan akan membuka cabang adalah BRI, Bank Niaga, dan Bank Bukopin.

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Banyak orang yang masih belum paham soal perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Hal ini memang tidak mengherankan karena seringkali banyak orang sulit memahami istilah baru yang digunakan oleh bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.
Yang membedakannya adalah “istilah” yang digunakan dan “prinsip dasar layanan” operasional kedua jenis perbankan tersebut. Nah, itu yang sering membuat orang kebingungan. Perhatikan 5 hal berikut:

      1.      Akad
        ·         Pada Bank Konvensional, surat penjanjian dibuat berdasarkan hukum positif  
yang sedang berlaku di Indonesia.
        ·         Pada Bank Syariah, semua transaksi yang dilakukan di bank syariah harus berdasarkan akad yang dibenarkan oleh Syariah Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dan telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti akad al-mudharabah (bagi hasil), al-musyarakah (perkongsian), al-musaqat (kerja sama tani), al-ba’i (bagi hasil), al-ijarah (sewa-menyewa), dan al-wakalah (keagenan)

       2.      Keuntungan
     ·         Pada bank konvensional, “bunga” yang diberikan kepada nasabah  Sebenarnya berasal dari keuntungan bank meminjamkan dana kepada nasabah lain dengan “bunga” yang lebih besar.
     ·         Pada Bank Syariah, mengunakan pendekatan bagi hasil (al-mudharabah) untuk mendapatkan keuntungan, sementara bank konvensional justru mengunakan konsep biaya untuk menghitung keuntungan.    

       3.      Pengelolaan Dana
     ·         Pada Bank Konvensional, akan menyalurkan kredit tanpa harus mengetahui dari mana atau kemana uang tersebut disalurkan, selama debitur bisa membayar cicilan dengan rutin.
      ·         Pada Bank syariah, akan menolak untuk menyalurkan kredit yang diinvestasikan pada kegiatan bisnis yang melanggar hukum Islam, seperti perniagaan barang-barang haram, bunga (riba), perjudian (maisir), dan manipulatif (ghahar).

        4.      Hubungan Bank dengan Nasabah      
         ·         Pada Bank Konvensional, hubungan nasabah dan bank lebih pada hubungan kreditur dan debitur. Namun akhir-akhir ini mereka juga berusaha untuk memperkuat hubungan dengan nasabah.
      ·         Pada Bank Syariah, nasabah diperlakukan sebagaimana seorang mitra alias partner. Hal ini dikarenakan bank dan nasabah diikat dalam “akad” yang sangat transparan. Tak heran banyak nasabah yang mengaku kalau hubungan emosional mereka lumayan kuat dengan banknya.

        5.      Promosi
        ·         Pada Bank Konvensional, punya banyak promosi untuk menarik nasabah. Seperti suku bunga fixed rate rendah untuk KPR sebelum akhirnya memberikan suku bunga jenis floating rate.
         ·      Pada Bank Syariah, yang menerapkan sistem cicilan dengan jumlah tetap berdasarkan keuntungan bank yang sudah disetujui antara pihak bank dan nasabah saat akad kredit. Selain itu, konten promosi bank syariah juga harus disampaikan jelas, tidak ambigu, dan transparan.

Sumber :

http://sejarahbank.blogspot.co.id/

http://www.halomoney.co.id/blog/lima-perbedaan-bank-syariah-dan-bank-konvensional

Selasa, 29 Maret 2016

Telling About My Self

Hello! Let me tell you about my self. My name is Ryan Ananda Putra and my friends call me Ryan, i was born in Jakarta, July 24, 1995 I am 20 years old. I live at my parents house and the address is Rasamala 1 No. 14 Menteng Dalam, Tebet, South Jakarta. I have one little sister.

I took elementary school in Yasporbi Jakarta, after that I took 73 junior high school Jakarta and 37 senior high school Jakarta. My hobby is play games online, because i think play games online can make me happy.

Now I am studying at University Gunadarma because I have failed a test in several reputable state University. I major in Accounting because in Senior High School i took social class with the accounting in it.


That’s all about me for now. Thank you for reading.